Fenomena live shopping kini menjadi gaya hidup baru di kalangan Generasi Z Indonesia. Platform seperti TikTok Shop dan Shopee Live tidak hanya menawarkan pengalaman belanja, tetapi juga hiburan interaktif yang membuat penonton betah hingga larut malam. Namun di balik keseruannya, muncul pertanyaan penting — apakah kebiasaan ini mulai mengorbankan waktu tidur dan kesehatan mental anak muda Indonesia?
Fenomena Belanja Larut Malam
Menurut riset GoodStats (2024), sekitar 40% pengguna menonton live shopping pada pukul 18.00–22.00 WIB, waktu yang seharusnya digunakan untuk istirahat malam. Studi Jakpat (2025) juga mencatat bahwa 62% Gen Z di Indonesia telah berbelanja melalui sesi live streaming. Promo kilat, hadiah eksklusif, dan interaksi langsung dengan host membuat mereka sulit berhenti menonton — bahkan sering menunda tidur karena takut ketinggalan momen (FOMO – Fear of Missing Out).
Dampak terhadap Pola Tidur dan Kesehatan Mental
Kementerian Kesehatan RI (2022) menemukan bahwa lebih dari separuh remaja Indonesia mengalami gangguan tidur, terutama akibat penggunaan gawai di malam hari. Paparan cahaya biru dari layar smartphone menekan produksi melatonin, hormon pengatur tidur, sehingga tubuh sulit merasa mengantuk. Bila berlangsung terus-menerus, hal ini dapat memicu insomnia, kelelahan kronis, stres, hingga depresi ringan (CDC, 2025; APA, 2025).
Antara Gaya Hidup Digital dan Risiko Kesehatan
Riset Katadata (2024) menunjukkan bahwa kategori skincare (73%), pakaian (70%), dan gadget (41%) menjadi favorit Gen Z dalam belanja online. Namun, keputusan belanja sering kali bersifat impulsif karena terpengaruh promo waktu terbatas atau rekomendasi host. Perilaku ini menandakan adanya pergeseran konsumsi dari kebutuhan fungsional ke emosional dan sosial, yang berpotensi menyebabkan kelelahan digital (mental fatigue).
Solusi: Belanja Sehat, Tidur Nyenyak
Agar tren live shopping tetap positif tanpa mengorbankan kesehatan, dibutuhkan langkah bersama:
- Konsumen: menerapkan digital detox, menetapkan jam istirahat tetap, dan menjaga sleep hygiene.
- Platform e-commerce: menghadirkan fitur sleep reminder, batas waktu promosi, dan pelacakan screen time.
- Pemerintah dan lembaga pendidikan: mengintegrasikan literasi digital sehat dan edukasi kesehatan mental.
Live shopping memang mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia — dengan nilai transaksi e-commerce yang diproyeksikan mencapai Rp503 triliun pada 2025. Namun, keseimbangan antara inovasi digital dan kesejahteraan generasi muda harus tetap menjadi prioritas.
Untuk membaca laporan riset lengkap dan temuan data kuantitatif dari Cortex Research, silakan kunjungi: https://www.cortex-data.com/case-study
“Brand Harus Adaptif dan Relevan”